02 November 2009

TUKANG CUKUR TIDAK ADA

Seorang laki-laki sebut saja Pak Jhon, pergi ke tukang cukur rambut untuk memotong rambut, merapikan kumis dan jambangnya. Sapaan nan manis dari tukang cukur menghantar Pak Jhon duduk di kursi cukur. Tukang cukur pun memulai pekerjaannya, bersama itu pula sebuah pembicaraan antara keduanya berlangsung. Mulanya pembicaraanberlanjut dengan baik, berbagai macam topik. Sepak bola, tinju, ekonomi sampai politik. Nah, saat pembicaraan mulai pada topik Tuhan, tukang cukur berkata: "Saya tidak percaya kepada Tuhan."

"Kenapa anda berkata begitu?" tanya Pak Jhon.

"Ah, mudah saja. itu bisa dijelaskan dan dibuktikan. Coba anda melihat keluar, anda lihat kehidupan di jalanan sana. Sudah cukup jelas untuk menyadari bahwa Tuhan tidak exist ,Tuhan tidak ada. Jika Tuhan memang ada, coba katakan kepada saya, apakah diluar sana masih ada orang-orang yang menderita? Masih adakah anak-anak kecil yang terabaikan? kalau Tuhan itu ada, Tuhan itu exist, tentu tidak akan ada lagi orang-orang yang mati karena lapar, tidak ada lagi penderitaan karena perang, dan tidak ada lagi penderitaan-penderitaan yang lain. Bisa saya bayangkan, jika Tuhan yang penuh cinta kasih itu ada, tidak mungkin dia yang membuat semua penderitaan itu."

Pak Jhon tertegun mendengar pernyataan tukang cukur, tapi tidak menanggapi pernyataan tersebut karena Pak Jhon tidak mau memulai perdebatan.

Tukang cukur itu selesai memotong dan merapikan kumis dan jambang Pak Jhon. Sesaat setelah meninggalkan tempat cukur, Pak Jhon melihat seorang laki-laki lusuh duduk di ujung jalan. Rambutnya panjang, kotor dan acak-acakan. Brewoknya lebat tak terurus. kemudian Pak Jhon berbalik menuju tempat tukang cukur tadi lalu berkata kepada si tukang cukur.
"Taukah anda? bahwa tukang cukur itu tidak ada, tukang cukur tidak exist."

"Bagaimana bisa anda berkata seperti itu?" sahut tukang cukur.
"Saya di sini, saya ada, dan saya adalah tukang cukur yang baru saja memotong rambut dan merapikan jambang anda."

"Tidak!" kata Pak Jhon, "Tukang cukur itu tidak ada. Sebab kalau dia ada tentu tidak ada orang dengan rambut panjang kotor dan tidak terawat, tidak ada brewok dan jmabang yang tumbuh liar dan tidak terawat seperti laki-laki yang duduk di sana."

"Ah, anda terlalu 'Lebay'..., terlalu berlebihan. Saya ada, saya sangat jelas dan nampak di depan mata anda. Saya di sini, di tempat ini, anda sedang melihat keberadaan tukang cukur dan anda baru saja datang kepada saya!" jawab si tukang cukur berapi-api."

"Aha, tepat sekali jawaban anda." Kemudian pak Jhon menjelaskan kepada tukang cukur,
"kalimat anda yang terakhir menjelaskan semuanya. Tuhan memang ada, Tuhan itu exist."
Pak Jhon melihat reaksi tukang cukur yang masih bingung, kemudian melanjutkan.
"Apa yang terjadi bila orang tidak datang ke tukang cukur dan tidak melihatnya? Tukang cukur tidak ada. Apa yang terjadi jika orang tidak datang padaNya dan tidak melihat Dia? Inilah jawaban untuk pernyataan anda, jika orang tidak datang padaNya maka segala macam penderitaan di atas bumi ini masih akan ada, jika orang tidak 'melihatNya' makin bertambah pula anak-anak yang ditelantarkan, dan kematian karena kelaparan masih akan terus berlanjut."

Matius 11:28
“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

dari berbagai sumber:warta minggu MBK 1 november 2009 dan internet mengenai tukang cukur dan orang kristen


Best regards,

Notification

hehe i just changed my template tonight
so,dont be shocked =p the contents are just the same ^^,

16 October 2009

Tinggalkan Ego-mu dan Jadilah Seorang yang Humble(rendah hati)

”Aku telah disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku. (Gal 1:19b-20)





Nikita - Hati Sebagai Hamba

Ku Tak Membawa Apapun Juga.. Saat Ku Datang Ke Dunia
Ku Tinggal Semua Pada Akhirnya.. Saat Ku Kembali Ke Surga

(*)Inilah Yang Ku Punya, Hati Sebagai Hamba
Yang Mau Taat Dan Setia Pada Mu Bapa
Kemana Pun Ku Bawa, Hati Yang Menyembah
Dalam Roh Dan Kebenaran Sampai Selamanya

Bagaimana Ku Membalas Kasihmu
Segala Yang Kupunya
Itu Milikmu Itu Milikmu ---> (*)



(1 Korintus 14:20)Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!

(Efesus 5:1)Sebab itu jadilah penurut-penurut Allah, seperti anak-anak yang kekasih

= Anak-anak memiliki kejujuran dalam dirinya, penurut dan rendah hati, mereka polos dan yang terutama.. kebanyakan anak-anak memiliki kasih yang luar biasa dalam dibanding orang dewasa yang hanya memikirkan pencapaian suatu tujuan yang terkadang melibatkan 'keegoisan' dan mengabaikan kasih serta menjadi sombong setelah pencapaian tujuan tersebut berhasil. Oleh karena itu kita harus selalu mengingatkan diri bahwa apa yang kita punya itu bukanlah milik kita, melainkan kepunyaan BAPA=

== BE A HUMBLE =

Tuhan memberkati


Best regards,

Berta-khim-

13 October 2009

Hati Seorang Ayah



Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya, "Ayah, mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban Ayahnya.
Anak wanita itu berguman : "Aku tidak mengerti." Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa penasaran.
Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki." Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"
Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian." Hanya itu jawaban Sang Bunda.


Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa
penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting tulang menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya dan yang selalu dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan, sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia dan BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di Dunia dan Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan mencium telapak tangan Ayahnya." AKU MENDENGAR & MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ayah.


source: renungan-harian-kita.blogspot.com ; my email's forward from sister maria ying

Tidur Dengan Lampu Menyala Dapat Menyebabkan Kanker

Anak-anak yang tidur dengan lampu menyala beresiko mengidap leukemia.

Para ilmuwan menemukan bahwa tubuh perlu suasana gelap dalam menghasilkan zat kimia pelawan kanker. Bahkan ketika menyalakan lampu toilet, begadang, bepergian melintas zona waktu, lampu-lampu jalanan dapat menghentikan produksi zat melatonin.

Tubuh memerlukan zat kimia untuk mencegah kerusakan DNA dan ketiadaan zat melatonin tersebut akan menghentikan asam lemak menjadi tumor dan mencegah pertumbuhannya.

Prof. Russle Reiter dari Texas University yang memimpin penelitian tersebut mengatakan “Sekali Anda tidur dan tidak mematikan lampu selama 1 menit. Otak Anda segera mendeteksi bahwa lampu menyala seharian dan produksi zat melatonin menurun”.

Jumlah anak-anak pengidap leukimia naik menjadi dua kali lipat dalam kurun 40 tahun terakhir. Sekitar 500 anak muda dibawah 15 tahun didiagnosa menderita penyakit ini pertahun dan sekitar 100 orang meninggal.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia diadakan di London menyatakan bahwa orang menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur dimalam hari dibanding dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Hal ini menekan produksi melatonin dimana normalnya terjadi antara jam 9 malam s/d jam 8 pagi. Penelitian terdahulu telah menunjukkan bahwa orang-orang yang paling mudah terserang adalah para pekerja shift yang memiliki resiko terkena kanker payudara.

Pada kenyataannya, Orang-orang buta tidak rentan terhadap melatonin memiliki resiko yang lebih rendah mengidap kanker. Maka para orang tua disarankan utk menggunakan bola lampu yang suram berwarna merah atau kuning jika anak-anaknya takut pada kegelapan.


source: renungan-harian-kita.blogspot.com

09 October 2009

Sang Gadis Penyendiri

Telanjang kaki dan kotor, si gadis hanya duduk dan mengamati orang-orang lewat. Ia tak pernah mencoba untuk berbicara, ia tak pernah mengatakan sepatah kata pun. Banyak orang berlalu, tetapi tak seorang pun berhenti. Begitulah terjadi, hari selanjutnya saya memutuskan untuk pergi kembali ke taman, di hari selanjutnya saya memutuskan untuk kembali ke taman, penasaran jika sang gadis kecil masih berada di situ. Tepat di tempat yang sama ketika ia berada di hari kemarin, ia duduk di tempat yang agak tinggi, dengan wajah termurung di matanya.

Hari ini saya melakukan gerakan pertama saya dan berjalan menghampiri si gadis kecil. Seperti yang kita semua tahu, sebuah taman penuh dengan orang asing yang adalah bukan tempat yang baik untuk anak kecil bermain sendiri. Sebagaimana saya mulai berjalan menghampiri dirinya, saya bisa melihat di balik pakaian si gadis kecil punggungnya memiliki kelainan. Saya merasa itulah alasan orang-orang hanya melewatinya saja dan tidak melakukan apapun untuk menolong. Sebagaimana saya mendekat, si gadis kecil memalingkan matanya untuk menghindari pandangan saya yang intens. Saya bisa melihat bentuk punggungnya lebih jelas. Bentuknya sangatlah bungkuk.

Saya tersenyum kepadanya agar ia tahu bahwa itu baik-baik saja, saya berada disitu untuk menolong, untuk berbicara dengannya. Saya duduk di sampingnya dan membuka percakapan dengan Hello yang sederhana. Si gadis kecil terlihat terkejut dan dengan gagap sebuah "hai" setelah menatap lama kedua mata saya. Saya tersenyum dan ia dengan malu-malu tersenyum kembali. Kami berbicara hingga hari menjadi gelap dan taman pun menjadi kosong melompong. Semua orang telah pergi dan kami pun akhirnya tinggal berdua saja.

Saya bertanya kepada si gadis kecil mengapa ia sangat begitu sedih. Si gadis kecil melihat kepada saya dan dengan wajah sedih berkata, "Karena saya berbeda."

Saya dengan cepat berkata, "Anda memanglah begitu!" dan tersenyum.

Si gadis kecil terlihat lebih kecil, ia berkata, "Ya, Anda pun tahu."

"Gadis kecil," ujar saya, "Anda mengingatkanku kepada seorang malaikat, manis dan lugu."

Ia menatap saya dan tersenyum, dengan pelan ia berdiri, dan berkata, "Benarkah?"

"Ya sayang, kamu seperti malaikat penjaga kecil yang dikirimkan untuk mengamat setiap orang yang berjalan berlalu."

Little AngelIa menganggukkan kepalanya "ya" dan tersenyum, dan dengan itu ia melebarkan kedua sayapnya dan berkata, "Memang. Sayalah malaikat penjaga Anda," dengan sebuah kerlipan dimatanya.

Saya tak bisa berkata apa-apa. Sudah pasti saya baru saja melihat hal yang ajaib. Katanya, "Anda telah berpikir bagi orang lain daripada diri Anda sendiri, tugas saya disini telah selesai."

Lalu saya pun langsung berdiri dan bertanya, "Tunggu, lalu mengapa tak seorang pun berhenti untuk menolong seorang malaikat?"

Ia menatap saya dan tersenyum, "Andalah satu-satunya yang dapat melihat saya, dan Anda mempercayai itu dalam hati Anda." Dan ia pun pergi.

Dan dengan itu hidup saya pun berubah dramatis.
Maka, ketika Anda berpikir bahwa Anda hanya memiliki diri Anda sendiri, ingatlah, ada penghuni Surgawi yang selalu mengamati Anda. Anda tak sendiri. Ada hal besar yang tak terlihat, dan itu adalah hati setiap orang.

source: renungan-harian-kita.blogspot.com

27 September 2009

Tertawa


Tertawa ternyata memberi manfaat pada terapi penyembuhan. Manfaat dari tertawa tersebut telah dikukuhkan dalam pengobatan modern sebagai seni terapi mengurangi stress. Kita belum sepenuhnya memahami mengapa tertawa bisa mendatangkan kesembuhan, namun, kita memang tahu bahawa orang yang tertawa akan lebih cepat sembuh.

Kalau digambarkan dengan kurva simetri, maka usia puncak dari ‘kurva tertawa' ini terletak pada usia empat tahun. Saya tidak tahu apakah Allah berada di belakang kurva simetri ini, namun anak berusia empat tahun tertawa setiap empat menit, atau empat ratus kali sehari. Sebaliknya, orang dewasa hanya tertawa lima belas kali sehari. Kalau kita mengikuti anak berusia empat tahun kemanapun ia pergi dan ikut tertawa setiap kali mereka tertawa, hal-hal positif akan terjadi pada tubuh maupun spirit kita. Tertawa bisa menurunkan denyut nadi serta tekanan darah, dan nampaknya bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh. Seorang psikiatris merekomendasikan tiga puluh menit terapi tertawa setiap hari. Sebagian menyebutnya "jogging batin". Seorang ahli peneliti tertawa lainnya menyebutkannya sebagai suntikan otak.

Kemampuan untuk bisa menertawakan diri sendiri mungkin merupakan hal yang paling bernilai. "Berbahagialah mereka yang bisa menertawakan diri mereka sendiri, karena rasa geli yang menimbulkan rasa geli tak akan pernah berhenti dari hati mereka."

Sebagai tambahan, menertawakan masalah-masalah kita sendiri bisa merupakan cara untuk meletakkan masalah itu pada perspektif yang tepat. Seseorang, setelah terjadi angina topan di Florida bagian selatan yang menghancurkan rumahnya, menaruh tanda di depan halaman rumahnya "Open House" (biasanya tulisan seperti itu menunjukkan bahwa rumah yang bersangkutan akan dijual, dan calon pembeli boleh melihat-lihat ke dalam rumah itu). Tindakan itu tidak menolongnya membangun rumah kembali, namun, itu pasti menolongnya mengatasi badai kehidupannya.

Dalam Mazmur 2: 4 dituliskan "Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa." Jika Tuhan yang menciptakan langit dan bumi saja tertawa, lalu kenapa kita harus sok jaim (jaga image- red).
Yuk tertawa... sehat loh... -^.^-



source: renungan-harian-kita.blogspot.com