26 March 2011

A Letter from Dad and Mom

Request by : Maria Chin




Exodus 20:12 “Honor your father and your mother, so that you may live long in the land the LORD your God is giving you."
God bless us -^.^-

Source: youtube


Best regards,

13 March 2011

LEAVE






Depart, depart, go out from there!
Touch no unclean thing! Come out from it and be pure,
you who carry the vessels of the LORD. [Isaiah 52:11]

Best regards,


source: donghaeng

19 February 2011

6 Pertanyan yang patut kita renungkan

Suatu hari Seorang Guru berkumpul dengan murid-muridnya. ..
Lalu beliau mengajukan enam pertanyaan.. .

Pertama...

"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "orang tua", "guru", "teman", dan "kerabatnya" ...
Sang Guru menjelaskan semua jawaban itu benar... Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "kematian".. . Sebab kematian adalah PASTI adanya.....

Lalu Sang Guru meneruskan pertanyaan kedua...

"Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab... "negara Cina", "bulan", "matahari", dan "bintang-bintang" ...
Lalu Sang Guru menjelaskan bahwa semua jawaban yang diberikan adalah benar... Tapi yang paling benar adalah "masa lalu"... Siapa pun kita... bagaimana pun kita...dan betapa kayanya kita... tetap
kita TIDAK bisa kembali ke masa lalu... Sebab itu kita harus menjaga hari ini... dan hari-hari yang akan
datang..

Sang Guru meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga...
"Apa yang paling besar di dunia ini...???"
Murid-muridnya ada yang menjawab "gunung", "bumi", dan "matahari".. .
Semua jawaban itu benar kata Sang Guru ... Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "nafsu"... Banyak manusia menjadi celaka karena memperturutkan hawa nafsunya... Segala cara dihalalkan demi mewujudkan impian nafsu... Karena itu, kita harus hati-hati dengan hawa nafsu ini... jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka (atau kesengsaraan dunia dan akhirat)...

Pertanyaan keempat adalah...

"Apa yang paling berat di dunia ini...???"
Di antara muridnya ada yang menjawab... "baja", "besi", dan "gajah"...
"Semua jawaban hampir benar...", kata Sang Guru .. tapi yang paling berat adalah "memegang amanah"...

Pertanyaan yang kelima adalah... "Apa yang paling ringan di dunia ini...???"
Ada yang menjawab "kapas", "angin", "debu", dan "daun-daunan" ...
"Semua itu benar...", kata Sang Guru... tapi yang paling ringan di dunia ini adalah "meninggalkan ibadah"...

Lalu pertanyaan keenam adalah...
"Apakah yang paling tajam di dunia ini...???"
Murid-muridnya menjawab dengan serentak... "PEDANG...!! !"

"(hampir) Benar...", kata Sang Guru tetapi yang paling tajam adalah "lidah manusia"... Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati... dan melukai perasaan saudaranya sendiri...

Sudahkah kita menjadi insan yang selalu ingat akan KEMATIAN...

senantiasa belajar dari MASA LALU...
dan tidak memperturutkan NAFSU...???
Sudahkah kita mampu MENGEMBAN AMANAH sekecil apapun...
dengan tidak MENINGGALKAN IBADAH....
serta senantiasa MENJAGA LIDAH kita...???


Best regards,



source: renungan-harian-kita.blogspot.com

13 December 2010

Pencil and Eraser


Pencil: I'm sorry....
Eraser:
For what? You didn't do anything wrong.

Pencil:
I'm sorry because you get hurt because of me. Whenever I made a
mistake, you're always there to erase it. But as you make my mistakes vanish, you lose a part of yourself. You get smaller and smaller each time.

Eraser:
That's true. But I don't really mind. You see, I was made to do
this. I was made to help you whenever you do something wrong. Even though one day, I know I'll be gone and you'll replace me with a new one, I'm actually happy with my job. So please, stop worrying. I hate seeing you sad. :)

found this conversation between the pencil and the eraser very
inspirational. Parents are like the eraser whereas their children are the pencil.

They're always there for their children, cleaning up their mistakes.
Sometimes along the way... they get hurt, and become smaller (older, and eventually pass on). Though their children will eventually find someone new (spouse), but parents are still happy with what they do for their children, and will always hate seeing their precious ones worrying, or sad.

This is for all parents out there.....



Best regards,


source: Email Forward from Maria

13 April 2010

Tamu sang maestro



Apa yang terjadi bila seekor anjing mengacaukan sebuah konser? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, saksikan bersama saya pertunjukan musik pada malam musim semi di Lawrence, Kansas. Ambillah tempat duduk di Hoch Auditorium dan saksikan The Leipzig Gewandhaus Orchestra, sebuah orkestra tertua didunia yang ditampilkan sepanjang zaman. Para komposer dan pemimpin musik terhebat dalam sejarah memimpin orkes tersebut. Orkes itu telah ada sejak jaman Beethoven, meskipun beberapa pemusiknya telah diganti.

Anda dapat menyaksikan bagaimana para musisi Eropa tersebut berpakaian Anggun dan mengambil tempat duduk di panggung. Anda dapat mendengar para pemusik profesional dengan teliti mulai menyesuaikan nada pada alat musik mereka. Pemain perkusi mendekatkan telinganya pada drum, seorang violis memetik dawai biolanya. Pemain klarinet mengatur suara alat musiknya. kemudian tegakkan tubuh Anda sedikit tatkala lampu meredup dan para pemain telah selesai melaraskan nada. Konser akan segera dimulai.

Dirigen orkestra itu, sang maestro, mengenakan jas panjang. Ia melangkah lebar menuju panggung, naik ke podium dan memberikan isyarat kepada para pemain untuk berdiri. Anda dan dua ribu penonton lainnya menyambut dengan tepuk tangan. Para musisi mengambil tempat duduk masing-masing. Sang maestro mengambil posisi, dan penonton pun menahan nafas.

Begitu tongkat itu mulai teracung, langit terasa terbuka dan Anda pun tenggelam dalam alunan nada Simponi Beethoven ke-3. Sungguh hebat pementasan pada malam musim semi yang panas di Lawrence, Kansas itu. Saya menyebut kata panas agar Anda mengerti kenapa pintu Auditorium dibuka. Hoch Auditorium adalah bangunan bersejarah yang tidak memiliki AC. Cahaya panggung yang sangat terang, ditambah dengan pakaian-pakaian resmi yang dikenakan dan musik yang gegap gempita, menghasilkan orkestra yang sangat meriah. Pintu keluar pada tiap-tiap sisi panggung dibiarkan terbuka agar angin dapat masuk.

Tiba-tiba masuklah seekor anjing, langsung berjalan ke panggung. Anjing kansas biasa, berwarna coklat. BUkan anjing galak. Bukan anjing gila. Cuma seekor anjing yang ingin tahu. Anjing itu lewat diantara alat musik bass, biola, dan kemudian menuju tempat selo. Ia mengibas-ngibaskan ekornya mengikuti irama musik. Ketika anjing itu lewat di antara pemain, mereka menatapnya saling memandang lalu melanjutkan permainan.

Anjing itu menyukai sebuah selo. Barangkali karena bentuk busurnya. Barangkali karena tali-tali senarnya yang setinggi pandangan mata. Apa pun alasannya, selo itu menarik perhatian anjing tersebut, yang berhenti dan mengamati alat musik itu. Seandainya anjing itu terus berjalan meninggalkan orkestra, maka musik pasti akan terus dimainkan. Seandainya anjing itu meninggalkan panggung mematuhi gerak isyarat petugas perlengkapan panggung, maka para penonton mungkin tidak akan memperhatikannya.

Anjing itu mendekati alat tiup dari kayu, menoleh pada terompet, lewat diantara para pemain suling, dan berhenti disamping sang dirigen. Simponi Beethoven ke-3 akhirnya tidak dapat dilanjutkan.

Para pemain musik tertawa. Penonton pun tertawa. Anjing itu menengadahkan kepalanya memandang sang dirigen sambil ter-engah-engah. Dirigen itu pun menurunkan tongkatnya.

Sebuah orkestra paling bersejarah didunia, musik terbagus yang pernah digubah, dan malam yang diselimuti semarak dan kemegahan itu menjadi gagal total karena seekor anjing yang tersesat.

Suara tawa itu berhenti ketika sang dirigen menoleh. Mungkinkah kemarahannya akan meledak? sang dirigen berkebangsaan jerman yang berperilaku anggun itu mengarahkan pandangannya pada kerumunan penonton, lalu kepada anjing itu, kemudian sekali lagi memandang penonton, mengangkat kedua tangannya dengan gerakan isyarat yang umum dan... mengangkat bahu.

Semua penonton tertawa terbahak-bahak. Sebelum turun dari podium, dirigen itu menggaruk-garuk bagian belakang telinga anjing itu. Anjing itu kembali mengibas-ngibaskan ekornya. Sang maestro berbicara pada anjing itu dalam bahasa jerman, tetapi anjing itu tampak seperti mengerti perkataannya. Keduanya bercakap-cakap selama beberapa saat sebelum akhirnya sang maestro memegang kalung anjing itu dan menuntunnya menuruni panggung. Dari sambutan tepuk tangan penonton, Anda pasti akan mengira bahwa itu adalah sambutan untuk Pavarotti. Sang dirigen kembali ke panggung dan musik pun kembali mengalun. Nilai musik gubahan Beethoven itu tidak berkurang karena peristiwa yang baru terjadi itu.

Dapatkan Anda menemukan diri Anda dan saya dalam gambaran kisah di atas? Saya dapat. Anjing itu adalah kita, dan Allah adalah sang maestro. Bayangkan saat kita berjalan menuju panggungnya. Kita tidak layak melakukan hal itu dan tidak dapat melakukannya denga usaha sendiri. Lebih dari itu, kehadiran kita mungkin akan mengejutkanpara pemain musik (malaikat).

Lalu kita akan berjalan ke samping sang Maestro, berdiri di sisiNya, dan menyembahNya sementara Ia memimpin musik...Kita akan melihat apa yang tak tampak dan hidup demi semua itu. Kita diundang untuk menikmati nyanyian pujian malaikat dan merindukan saat-saat ketika kita akan tinggal disisi sang Maestro. Dia akan menyambut kita. Dia juga akan berbicara kepada kita. Namun Dia tidak akan mengusir kita. Dia akan mengundang kita untuk tetap tinggal, dan menjadi tamuNya untuk selamanya.
[Max lucado]


Best regards,

24 January 2010

Hidupmu Berharga Bagi Allah




Lirik:
Hidupmu Berharga Bagi Allah


Hidupmu Berharga Bagi Allah
Tiada Yang Tak Berkenan Di Hadapan-Nya
Dia Ciptakan Kau S'turut Gambar-Nya
Sungguh Terlalu Indah Kau Bagi Dia

Dia Berikan Kasih-Nya Bagi Kita
Dia T'lah Relakan Segala-Galanya
Dia Disalib 'Tuk Tebus Dosa Kita
Kar'na Hidupmu Sangatlah Berharga

Reff:
Buluh Yang Terkulai Tak Kan Dipatahkan-Nya
Dia 'Kan Jadikan Indah Sungguh Lebih Berharga
Sumbu Yang T'lah Pudar Tak Kan Dipadamkan-Nya
Dia 'Kan Jadikan Terang Untuk Kemuliaan-Nya




Best regards,

15 January 2010

PUSH = Pray Until Something Happen

Suatu malam saya mendownload lagu-lagu rohani, sambil menunggu download-an saya selesai, sejenak saya baring dan membaca sms-sms yang pernah dikirim teman-teman. Satu sms yang membuat saya merenung sejenak adalah seperti ini bunyinya “P_U_S_H pray until something happen” berdoa hingga sesuatu terjadi :)
waw.. sungguh orang yang memiliki iman yang luar biasa untuk proses “PUSH”. Bukan begitu?

Waktu kecil saya mempunyai cita-cita yang sangat tinggi. Meski ada beberapa hal yang tidak terpenuhi tapi itu tidak membuat saya patah semangat untuk bercita-cita dan bersyukur bahwa segala sesuatu indah pada waktunya dan rencana Tuhan adalah rancangan keselamatan bukan kecelakaan.

Kalau ditelusuri, dari TK-SD-SMP-SMA-KULIAH-PUNYA PENGHASILAN SENDIRI itu bukanlah perjalanan singkat untuk mencapai semua itu dengan gigih dah keyakinan kuat bahwa “saya bisa”. Saya rasa bukan hanya saya saja yang pernah berpikir “bisa ngga ya?, mampu ngga ya?” ketika memandang untuk lebih jauh lagi ke depan, pada cita-cita dan harapan kita sendiri. Disamping itu dengan orang-orang disekitar kita yang belum tentu mendukung. Tapi tahukah anda?saya mencoba flash back dengan setiap kejadian yang pernah saya alami sampai saat ini. Wonderful! I can’t even believe that I be able to do everything was done in my life. Kenapa? Kesuksesan, mampu tidaknya kita, layak atau tidak, bukanlah ditentukan oleh kita. Semua yang kita miliki adalah karena kasih Tuhan Yesus. Itulah yang menguatkanku. AnugerahNya luar biasa untuk kita. Itulah kenapa saya yakin dan percaya bahwa suatu saat cita-cita dan harapan saya akan tercapai, meskipun orang melihatnya mustahil, namun bukankah tiada yang mustahil bagi DIA ketika kita mau percaya.

Seperti sebuah benih demikian juga keinginan dan cita-cita kita, bertunas dan bertumbuh seiring waktu, dan pada akhirnya adalah “menunggu waktunya dan percaya” bahwa pohon itu akan berbuah bagus dan siap dipetik :) pupuklah benih pohonmu dengan doa dan usaha, Tuhan pasti membantumu untuk menyiramnya dengan berkat dan menganugerahkan kepadamu buah yang sungguh indah dari benih pohon yang kau tanam. Bukan yakin bahwa “saya bisa”, tapi yakinlah bahwa “ALLAH pasti bisa”.

Ingat.. P_U_S_H pray until something happen

Tuhan Yesus memberkati ^^,



"Oleh karena itu Aku berkata kepadamu: Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu." (Lukas 11:9)


"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. " (Filipi 4:6)





Best regards,